Tari Topeng di dusun Kajusapeh

Pertunjukan Duk-Duk dapat dikategorikan sebagai bentuk teater total sebagaimana kecenderungan budaya musik komunal lainnya di Indonesia. Sebab sajian musik juga disertai tarian dan bentuk penceritaan didalamnya. Dahulu, musik mulai dibunyikan untuk memberi semacam tanda atau undangan bagi penonton. Ketika penonton telah berdatangan maka tarian topeng dan cerita pun mulai disajikan bersama iringan. Dalam konteks tersebut, musik tidak berdiri sebagai sajian yang otonom atau mandiri sebab merupakan kesatuan dengan tari dan sastra. Tarian, dilakukan oleh 5 orang penari yang masing-masing mengenakan topeng memerankan tokoh dan karakter yang berbeda. Terdapat 5 topeng yang meliputi sepasang topeng tokoh satria berwajah warna koneng atau kuning (lelaki dan perempuan), sepasang topeng tokoh pembantu warna putih (abdi atau punakawan), sebuah topeng tokoh raksasa berwarna hijau (butho ijo). Tarian ini sangat menarik, dan menjadi sorotan hangat bagi masyarakat karena teater ini cukup menghibur dan menjadikan salah satu hiburan di daerah patengteng.

Bagikan Google Plus

Tentang Yogi Tri Cahya Salam